Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Rabu, 24 Agustus 2016

Dunia Kereta - Metro Kapsul

Saat ini, dunia transportasi Indonesia kembali dihangatkan dengan karya anak bangsa yakni metro kapsul. Apa itu metro kapsul? Istilah metro umum dipakai untuk menyebut kereta intercity (dalam kota) dan biasanya ciri khas dari kereta ini adalah bobotnya yang ringan. Sedangkan metro kapsul adalah sebutan untuk moda transportasi metro yang memiliki bentuk seperti kapsul. Selain itu, moda transportasi yang difungsikan sebagai metro ini juga hanya terdiri dari satu car (gerbong) sehingga sangat mirip dengan kapsul.

Metro kapsul merupakan moda transportasi yang dikembangkan oleh PT Teknik Rekayasa Kereta Kapsul (Trekka) yang konsorsium empat perusahaan, yakni PT Surya Gemilang sebagai pembuat sasis, PT Karsa Kerja Mekanotama sebagai pembuat bodi, PT Treka sebagai perekayasa mesin, serta PP Precast sebagai pembuat fondasi jalur.

Direktur Operasi Trekka, Leonnardo Feneri mengungkapkan, Metro Kapsul seperti bus dengan 8 roda namun digerakkan dengan listrik dengan trek khusus di atas beton layang (elevated) di ketinggian 6 meter. Sementara tenaga penggeraknya adalah listrik seperti halnya kereta commuter. Dengan lebar kapsul 2,2 meter dan panjang 9 meter, satu kapsul made in Subang ini sendiri bisa mengangkut 50 penumpang sekali jalan. Dalam sekali perjalanan, satu setidaknya ada 4-5 Metro Kapsul yang berjalan beriringan sehingga bisa mengangkut setidaknya 200 - 250 penumpang.


Gambar. Metro Kapsul dan Tracknya [4]

"Hampir semua bagian dari program pengujian ini dibuat dari komponen lokal hingga 90%. Hanya motor listrik, kompresor, dan sensor saja yang harus dibuat di luar. Dikembangkan sejak 2007," jelasnya.


Gambar. Konstruksi chasis metro kapsul [5]

Lebih jauh, menurut Leonnardo, Metro Kapsul berjalan dengan kecepatan normal 40 km per jam dengan kecepatan maksimum hingga 80 km per jam. Metro Kapsul ini direncanakan berhenti pada setiap halte dengan jarak antar halte sejauh 1 km.

Menurut Leonardo Feneri, sebagai moda transportasi berbasis rel, penghitungan biaya investasi kereta kapsul per kilo meternya diperkirakan sekira Rp200 miliar. “Investasi untuk moda transportasi ini bisa dibilang lebih murah dibandingkan monorel untuk per kilo meternya. Jika satu kilometer LRT menelan Rp400 miliar dan MRT menelan Rp900 triliun per kilo meternya. Biaya pembangunan sekitar Rp200 m per km. Ini akan dihitung ulang seandainya ada permintaan khusus stasiun besar halte besaran dihitung ulang,” ujarnya.
Selain lebih murah kata dia, kemampuan mengangkut penumpangnya juga lebih banyak. Kereta Metro Kapsul mampu mengangkut 15 ribu orang per jam. “Estimasinya, per rangkaian kereta kapsul dengan asumsi setiap 1,5-2 menit tiba di halte. Per kapsul akan mengangkut 50 orang. Dengan ideal rangkaian kapsul 4-5 kapsul atau bisa maksimal mencapai 10 rangkaian,” ungkap dia.
Ref:
  1. http://finance.detik.com
  2.  http://mediajakarta.com
  3. http://megapolitan.kompas.com
  4.   http://ekbis.sindonews.com
  5. http://www.merdeka.com
Share:

0 komentar :

Posting Komentar

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]
Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter