Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Rabu, 27 Desember 2017

Dunia Kereta - Mengenal GAPEKA

Pernah dengar istilah GAPEKA? Bagi yang baru belajar tentang perkeretaapian pastilah termasuk istilah baru. GAPEKA adalah kependekan dari Grafik Perjalanan Kereta Api. Mirip seperti penjadwalan kereta, namun lebih detail dan lengkap dan berbentuk grafik. Mari kita pelajari bersama apa itu GAPEKA.

Fungsi utama GAPEKA adalah untuk mengatur perjalanan kereta meliputi waktu berangkat, kapan berhenti untuk persilangan dan / atau disusul serta waktu tiba. Selain fungsi utama sebagai penjadwalan dan pengatur penggunaan lintas, dengan GAPEKA perusahaan operasional,  dalam hal ini PT. KAI, juga memanfaatkannya untuk perhitungan trafik, effisiensi penggunaan lintas, jumlah sarana, hingga jumlah pegawai untuk operasional.

GAPEKA biasanya disusun setiap 6 bulan. Hal ini untuk mengakomodasi perubahan – perubahan yang mungkin ada. Sedangkan dasar penyusunan GAPEKA sendiri telah diatur pemerintah berdasarkan UU No. 23 tahun 2007 yaitu sekurang – kurangnya berdasar :

a) Jumlah kereta api
b) Kecepatan yang diijinkan
c) Relasi asal-tujuan
d) Rencana persilangan dan penyusulan

Berdasarkan UU yang sama dijelaskan pula bahwa GAPEKA dapat diubah apabila terjadi perubahan pada:

a) Prasarana perkeretaapian
b) Jumlah sarana perkeretaapian
c) Kecepatan kereta api
d) Kebutuhan angkutan
e) Keadaan memaksa

Sebelum GAPEKA diberlakukan ada beberapa hal yang harus dipersiapkan [1] yaitu:
1. Maklumat Kereta Peralihan (Malka Peralihan) yang mengatur perjalanan kereta api pada gapeka lama menjadi perjalanan kereta api pada gapeka baru tepat pada peralihan hari ( pukul 00.00)
2. Jadwal perjalanan kereta seperti yang ada di GAPEKA
3. Dinasan kondektur
4. Dinasan masinis dan awak kereta lainnya
5. Buku stam formasi ( susunan  rangkaian pokok semua kereta api penumpang) beserta jadwal peredarannya
6. Dinasan juru penilik jalan (jpj)

Semakin penasarankan seperti apa bentuk GAPEKA? Selanjutnya mari kita bahas bentuk dan cara membaca GAPEKA. Secara umum, GAPEKA tampak seperti gambar 1. Terlihat dari pojok kiri atas terdapat logo Dishup dan PT. KAI, selanjutnya judul GAPEKA, yang dalam hal ini untuk tiga rute yaitu: Kutoarjo-Purwosari – Solobalapan – Walikukun, Gundhi – Solobalapan, dan Purwosari – Wonogiri.  Selanjutnya disebelah kiri, detail lihat gambar 2, terdapat tabel data lintas yang meliputi lereng/ gradient lintas, jari – jari kelengkungan lintas, batas kecepatan (taspat), dan juga jarak antar stasiun. Kembali ke gambar 1, pada bagian tengah terdapat garis – garis grafik, ini lah grafik perjalan kereta. Dan terakhir terdapat ilustrasi percabangan lintas yang ada di stasiun.

  


Gambar 1. Perwujutan GAPEKA [2]


Gambar 2. Data lintas


Selanjutnya kita bahas lebih dalam untuk bagian grafik perjalan kereta. Gambar 3 adalah detail yang diambil untuk stasiun Klaten sampai stasiun Palur. Garis vertikal melukiskan waktu sedangkan garis horizontal melukiskan letak stasiun. Nama stasiun yang diberi garis tipis, pada contoh ini stasiun Solojebres, adalah stasiun pemeriksa. Distasiun ini petugas perjalanan kereta api (ppka) atau pengawan peron (pap) wajib memeriksa laporan kereta api (lapka) dan laporan harian masinis (lhm) untuk kereta api yang berhenti di stasiun tersebut [1]. Sedangkan stasiun yang memilikik garis tebal, dalam hal ini stasiun Solobalapan, adalah stasiun yang memiliki DIPO Lokomotif.




Gambar 3. Detail grafik perjalanan kereta api

Garis – garis miring pada gambar 3 menunjukkan lintas perjalanan kereta, dimana apabila garis tersebut menjadi horizontal pada garis stasiun berarti kereta berhenti di stasiun. Garis grafik ini juga diikuti oleh nomor kereta api; jam datang, jam berangkat, atau langsung; persilangan dan penyusulan. Sedangkan perbedaan ketebalan garis biasanya karena perbedaan jenis kereta api, misal kereta KRDE dan hal ini Prameks dan kereta penumpang jarak jauh.

Ambil contoh kereta no 289. Menit 0 ada di stasiun Solobalapan, berarti kereta berjalan dari stasiun Solobalapan. Pada menit 0 tersebut jika ditarik pada garis vertikal akan ditemukan angka 17, tidak terlihat, berarti kereta berangkat pukul 17.00. Kemudian kereta berhenti di stasiun Purwosari pada menit ke 5 sampai menit ke 7 atau 17.05 – 17. 07. Selanjutnya terjadi persilangan  dengan kereta api no 86. Pada lintas tunggal, persilangan harus terjadi di stasiun dan salah satu kereta berhenti, gambar 4. Sedangkan pada grafik tersebut kereta 289 dan kereta 86 bersilangan diantara stasiun ini berarti pasti memakai lintas ganda. Selanjutnya kereta no 289 tidak berhenti di stasiun  Gawok, Delanggu, Ceper. Akan tetapi, tercantum menit kapan kereta harus melewati stasiun – stasiun tersebut. Sampai akhirnya berhenti di stasiun Klaten ditandai dengan garis horizontal pada stasiun Klaten. Demikian seterusnya untuk grafik – grafik perjalan kereta api yang lain.




Gambar 4. GAPEKA lintas tunggal [3]
Reff:
Share:

0 komentar :

Posting Komentar

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]
Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter