Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Senin, 27 Januari 2020

Dunia Kereta – IoT pada Perkeretaapian


Apa itu IoT atau Internet of Things? Istilah IoT gencar dibicarakan pada era revolusi industry 4 ini, sebenarnya benda apa ini? Seperti kepanjanganya, Internet of Things, jika diartikan secara Bahasa maka maknanya internet dari benda. Maksutnya adalah menghubungkan benda – benda dengan internet. Contoh aplikasi IoT sederhana adalah saklar rumah cerdas, dimana kita dapat menghidupkan dan mematikan lampu rumah dari jarak jauh dengan koneksi internet. Hal ini dapat dilakukan karena saklar lampu rumah sudah terhubung ke internet juga. Saat ini mulai banyak penerapan IoT diberbagai bidang, tidak terlepas pada bidang perkeretaapian.




Aplikasi IoT pada perkeretaapian adalah untuk memudahkan perawatan, baik sarana maupun prasarana. Salah satu cara yang dipakai pada perawatan kereta adalah dengan metode CBM (Condition Base Maintenance) artinya perawatan dilakukan berdasarkan kondisi sarana/ prasana, dibuat skala prioritas. Untuk dapat melakukan metode CBM ini terlebih dahulu dilakukan inspeksi berkala pada sarana/ prasaranan perkeretaapian.

Berdasarkan data dari Ohyun Jo (2017), biaya maintenance sebagian besar dihabiskan untuk tenaga kerja dalam melakukan inspeksi, sehingga biaya perbaikan yang tersedia berkurang. Teknologi IoT bisa diterapkan untuk membantu tugas inspeksi dengan cara memasang sensor pada setiap peralatan sarana/ prasarana sehingga terhubung ke internet dan dapat dipantau di server secara real time. Ada kelebihan pasti ada kekurangan, kekurangan dari system ini adalah biaya awal yang mahal karena harus memasang sensor di setiap komponen yang ingin diamati. Kendala yang lain dalam realisasi adalah, hal ini akan mengurangi jumlah tenaga kerja yang cukup besar. Namun, kedepannya, hal ini pasti terealisasi.

Realisasi system IoT terdiri dari tiga tahapan yaitu: sensing, accessing, dan processing. Sensing adalah tahapan pemasangan sensor pada setiap peralatan yang ingin dimonitoring. Accessing adalah tahap dimana data dari sensor di kirim ke jaringan secara wireless. Processing adalah tahapan mengolah data sehingga diperoleh informasi yang dikehendaki.


Pada system IoT diperlukan transfer data jarak dekat maupun jarak jauh. Transfer data jarak dekat adalah dari sensor yang dipasang di peralatan ke trackside gateway, sedangkan transfer data jarak jauh dari gateway ke IoT network seperti dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Dua kandidat yang dapat dipakai dalam IoT network adalah LTE(Long Term Evolution) dan LoRA(Long Range Wide Area). Studi yang dilakukan oleh Ohyun Jo (2017), memberikan kesimpulan bahwa ditinjau dari segi konsumsi daya dan error daya yang dihasilkan, LoRA unggul dibandingkan LTE.


Demikian ulasan tentang pemanfaatan IoT pada perkeretaapian. Manfaat dan kendala yang ada. Tahapan dalam realisasi IoT. Serta kandidat jaringan yang sesuai untuk aplikasi system IoT. Semoga bisa menambah wawasan kita Bersama. Apabila ada masukan, silakan tuliskan di kolom komentar. Terima kasih.

Referensi:
Ohyun Jo, Yong Kyu Kim, Juycop Kim, Internet of Things for smart Railway:Feasibility and Appliction, IEEE Internet of Things Journal, 2017.



Share:

0 komentar :

Posting Komentar

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter