Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Kamis, 16 Februari 2017

Dunia Kereta - Apa itu Holding Brake?

Pada kesempatan kali ini, akan kita pelajari lagi tentang braking/ pengereman pada kereta api. Khusus kali ini kita ambil tema tentang holding brake. Apa itu holding brake? Mungkin terdengar asing bagi kita. Jika dilihat dari artinya, hold artinya menahan, brake artinya pengeraman. Jadi holding brake adalah pengereman yang bersifat menahan, atau mempertahankan pada posisi tertentu. Lebih spesifik, holding brake adalah pengereman yang bekerja untuk menahan kereta ketika posisi gradient (khususnya tanjakan) agar kereta tidak bergerak mundur pada waktu setelah rem parkir dilepas sampai sistem propulsi mampu memberikan gaya untuk menggerakkan kerata.


Gambar 1. Kereta ditanjakan

Holding brake ini biasanya diaplikasikan pada kereta yang memiliki tuas traksi dan tuas rem pada satu tuas yang sama (traksi dan rem dependent). Tuas ini disebut sebagai master control (MC). Di Indonesia, jenis ini banyak ditemukan pada kereta rel listrik (KRL) contohnya KRL KfW, produk PT. INKA. Sedangkan pada jenis kereta yang memiliki tuas traksi dan tuas rem terpisah (traksi dan rem independent) penggunaan holding brake bisa dihilangkan. Jenis ini banyak dipakai pada kereta diesel hidrolik baik itu pada lokomotif maupun pada kereta berpenggerak.


Gambar 2. Traksi dan rem dependent


Gambar 3. Traksi dan rem independent

Kenapa pada kereta yang traksi dan rem dependent diperlukan holding brake? Karena ketika kereta berhenti maka tuas MC berada di posisi netrak, artinya service brake tidak bekerja, yang bekerja adalah rem parkir. Sekedar merefresh pemahaman tentang brake, rem service bekerja untuk menghentikan kereta yang berjalan, rem ini memiliki sifat normali close, artinya jika tidak ada udara dari compressor, maka rem akan bekerja. Dengan sistem ini, maka kereta akan otomatis mengerem ketika ada gangguan/ kerusakan pada supply daya listriknya. Sedangkan rem parkir dipakai untuk memarkir kereta yang berhenti, rem ini bersifat normaly open, artinya rem ini hanya bekerja jika ada tekanan udara. Kembali ke topik bahasan. Ketika masinis mau menjalankan kereta, maka ia harus melepas rem parkir, kemudian mengarahkan tuas MC kea rah powering (traksi). Sistem propulsi sendiri, memerlukan waktu hingga daya yang dihasilkan mampu menggerakkan kereta. Kondisi akan bahaya jika jika kereta pada posisis tanjakan, ketika rem parkir sudah dilepas, dan ternyata daya traksi belum cukup, maka kereta akan bergerak mundur dan ini berbahaya. Untuk itu, diperlukan mekanisme holding brake, dimana rem akan tetap bekerja hingga daya traksi diperkirakan cukup untuk menggerakkan kereta baru rem dilepas. Mekanisme holding brake biasanya diatur oleh train control, baik itu kapan holding brake dimulai dan kapan holding brake selesai.

Kenapa pada kereta yang traksi dan rem independent diperlukan holding brake? Karena pada sistem ini tuas traksi dan tuas rem terpisah sehingga masinis bisa melakukan perintah traksi dan rem bersamaan. Pada kondisi start jalan di tanjakan, maka masinis bisa mengatur tuas rem pada kekuatan tertentu hingga kereta tidak jalan mundur sambil menggerakkan tuas traksi. Ketika dirasa daya traksi sudah cukup, biasanya ditandai dengan sedikit suara bising ( nggereng) maka tuas rem bisa dilepas. Demikian dulu yang bisa kita pelajari tentang holding brake, semoga bisa menambah khazanah ilmu kita.

Reff:
Share:

Kamis, 09 Februari 2017

Dunia Kereta - Jenis - jenis Pintu Kereta

Pada kesempatan ini, akan kita pelajari bersama beberapa jenis pintu yang dipakai di kereta api. Beberapa jenis yang akan kita bahas antara lain plug doors, bi-folding doors, sliding pocket doors, exterior sliding doors, dan slam doors.

Plug doors biasanya ditemukan pada Light Rail Vehicles (LRV) tetapi sering juga ditemukan di kereta biasa. Pintu ini biasanya terdiri dari dua bagian, kanan dan kiri. Ketika dibuka, maka pintu akan terangkat keluar sedikit kemudian bergeser ke kiri dan kanan. Sedangkan ketika pintu ditutup, maka bagian yang bergeser ke kiri dan kanan merapat sehingga pintu tertutup baru kemudian pintu bergerak masuk sehingga permukaan pintu menjadi rata dengan dinding kereta. Disekeliling pintu ini dipasang karet sebagai seal. Perawatan pintu ini sulit karena banyaknya moving parts-nya. Akan tetapi, pintu ini lebih kelihatan rapid an mudah dibersihkan dengan alat pencuci (washing machine). Di Indonesia sendiri jenis pintu ini dipakai pada kereta kedinasan, kereta khusus.


Gambar 1. Plug door pada Sheffield tram

Bi-folding doors bisa ditemui di LRV dan terdiri dari dua panel. Beberapa kereta Eropa memiliki bi-folding doors dengan bukaan satu arah. Pintu dengan kontrol elektronik dapat dibuka oleh masinis atau penumpang dengan tombol. Ketika perintah diterima pintu melipat ke dalam dan berhenti saat sudah sejajar dengan jendela. Permasalahan yang biasanya timbul dari pintu jenis ini adalah ketika kereta penuh dengan penumpang, mekanisme pembukaan pintu berpotensi menabrak penumpang yang berada di dekat pintu. Pemakaian jenis pintu ini pada kereta di Indonesia saya sendiri belum pernah tau. Jenis pintu ini bisa kita jumpai di busway, angkot, ataupun toilet pesawat.


Gambar 2. Mekanisme Bi-Folding Door

Sliding pocket doors bisa ditemui dibanyak kereta. Pintu membuka dengan cara bergeser dan masuk di antara sidewall(dinding kereta) dan interior. Interior pada bagian ini biasanya menonjol untuk mengakomodasi masuknya panel pintu. Permasalahan yang biasa terjadi pada pintu jenis ini adalah saat rel untuk guide dari pintu ini kotor maka lama kelamaan dapat menyebabkan pintu ini tidak bisa menutup karena terhambat oleh pengotor tersebut. Pintu jenis ini di indonesia dipakai pada kereta KRL KfW, dan juga ditemui pada pintu bordes di kereta penumpang.

Gambar 3. Sliding pocket doors

Tipe lain dari pintu sliding adalah sliding door luar atau hug door. Ini adalah jenis yang sangat populer karena lebih mudah untuk merancang tetapi kebanyakan desainer sulit untuk memberikan sentuhan estetika karena letaknya diluar. Beberapa jenis pintu ini cukup digeser ke belakang dan ke depan untuk membuka dan menutupnya. Biasanya pada perintah dari masinis atau kadang-kadang dari perintah penumpang. Jenis yang lebih canggih bekerja dalam cara yang mirip dengan plug door. Hanya saja pintu ini biasanya terdiri dari satu daun pintu sedangkan plug door memiliki dua daun pintu. Untuk contoh pintu ini belum pernah saya temui aplikasinya di kereta api indonesia.


Gambar 4. Sliding door external

Pintu jenis slam door adalah standar pintu yang digunakan selama bertahun-tahun pada perkertaapian Inggris. Tapi sudah tidak digunakan lagi mulai tahun 2002. Mekanisme pintu jenis ini cukup sederhana yaitu pintu dengan engsel dan dapat dibuka manual dengan handle. Sedangkan di Indonesia sendiri jenis pintu ini masih menjadi standar untuk kereta penumpang baik itu kelas ekonomi maupun kelas eksekutif.


Gambar 5. Slam door
Reff:
Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter