Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Kamis, 18 Februari 2016

Dunia Kereta - COUPLERS (2)

Setelah sebelumnya telah dibahas tiga jenis coupler, pada kesempatan kali ini akan dibahas dua jenis lainya yakni automatic dan fully automatic coupler. Kedua jenis coupler ini adalah coupler modern yang banyak dipakai saat ini.
D.   Automatic Coupler
Sampai saat ini coupler yang paling sering digunakan didunia adalah “Knuckle”, “Buckeye”, atau “Janney” coupler. Coupler ini merupakan coupler otomatis. Coupler yang desain originalnya dari US ini digunakan baik di kereta penumpang maupun di gerbong barang dibanyak negara. Coupler jenis ini sudah menjadi standar di Inggris untuk kereta penumpang dan gerbong barang yang lebih modern. Istilah “Buckeye” berasal dari nama panggilan dari negara bagian Ohio “negara Buckeye” dan Ohio Brass Co. yang pertama kali memasarkan coupler ini. Coupler ini diciptakan pada tahun 1879 oleh veteran perang sipil USA yang bernama Eli Janney yang ingin mengganti coupler jenis link and pin dan kemudian menjadi standar di Amerika. Link and pin coupler membutuhan orang untuk berdiri di antara kereta untuk menyambung dan melepas gandengan. Dalam hal ini tidak sedikit pekerja yang mengalami cedera bahkan meninggal saat melakukan pemasangan coupler ini. Penemuan Janney ini dapat mengatasi masalah yang dialami oleh coupler jenis link and pin dan menjadi standar di Amerika, sedangkan coupler link and pin telah dilarang pemerintah Amerika pada tahun 1900. Coupler Buckeye memiliki beberapa jenis. Tetapi jenis yang di pakai di PT.INKA (persero) adalah jenis tight lock automatic coupler dan knuckle automatic coupler. Berikut merupakan gambar dari tight clock automatic coupler.

Buckeye Coupler Tipe Tightclock di PT INKA

Bukeye atau Knockle Coupler
Automatic Coupler Saat Digabungkan View On Top
Pin Sambungan Knuckle automatic coupler tidak dapat bergerak seperti halnya tight lock automatic coupler, tetapi yang dapat bergerak adalah pada kepala couplernya. Hal tersebut dikarenakan pada sambungan knuckle automatic cupler terdapat celah yang memungkinkan kepala coupler untuk bergerak naik dan turun serta kanan kiri.

Untuk menggandengkan dua kereta, knuckle harus terbuka. Ketika dua kendaraan menekan bersama-sama, knuckle dari kedua coupler menutup satu sama lain dan terkunci dari belakang oleh pin vertikal yang menjatuhi balok baja/stell blok ke tempat di belakang knuckle. Untuk uncouple, salah satu pin harus ditarik keluar untuk melepaskan blok pengunci knuckle. Hal ini dilakukan dengan mengoperasikan tuas atau rantai dari sisi kereta.

E. FULLY AUTOMATIC COUPLERS
Semakin banyak kereta menggunakan full automatic couplers. Tidak seperti jenis coupler lainnya yang hanya menghubungkan kereta secara mekanik, fully automatic couplers menghubungkan sistem mekanik, elektrik dan pneumatik dari dua kereta. Masing-masing kereta didekatkan kemudian ada sebuah tombol atau pedal yang ditekan untuk menyelesaikan penggandengan. Untuk melepas gandengan mengunakan tombol yang berbeda untuk memutus hubungan elektrik, pneumatic dan mekanik.

Fully automatic couplers cukup rumit, serta memerlukan banyak perawatan dan perhatian. Coupler ini perlu sering digunakan untuk menjaga agar kondisinya tetap baik. Ada sejumlah desain yang berbeda yang digunakan.

Scanfenberg Automatic Coupler
Automatic coupler Schanfenberg adalah desain yang digunakan paling banyak pada gerbong barang multiple unit di Eropa, mulai dari kereta cepat maupun kereta ringan. Coupler ini memiliki porsi mekanik dengan pneumatic dan koneksi elektrik. Unitnya dihubungkan dengan sistem dorong dengan bagian coupler lainnya. Kontak elektrik terpasang dibawah coupler mekanik dan terdapat pelindung pada kondisi tidak terpasang.

Komponen The Scanfenberg Automatic Coupler

Sistem Penyambungan The Scanfenberg Automatic Coupler

Sebuah gambar bagian mekanik dari coupler Schafenberg menunjukkan bagaimana dua coupler tergabung dan terpisah. Kereta bawah tanah London menggunakan coupler otomatis yang dikenal dengan nama Wedgelock. Coupler ini pertama diperkenalkan pada tahun 1935. Coupler ini sudah menyediakan koneksi secara penuh baik itu mekanik, elektrik maupun pneumatik. Versi lama yang sepenuhya otomatis, dibebaskan dari tombol tekan di kabin pengemudi. Versi yang lebih diberikan tombol pada kabin kereta untuk mengoprasikanya. Coupler jenis ini banyak digunakan di jalur kereta api bawah tanah Glasgow.

Sebelumnya: Coupler (1)
Share:

Dunia Kereta - COUPLERS (1)

Coupler digunakan untuk menyambungkan dua car(gerbong) kereta ataupun antara lokomotif dan rangkaian car. Kerena jenis kereta semakin beragam, maka jenis coupler pun harus beragam agar dapat digunakan untuk menyambungkan antar jenis kereta. Selain itu coupler harus berada pada posisi yang tepat pada masing-masing ujung kereta untuk memastikan coupler satu dengan yang lain dapat berpasangan. Untuk itu dibuatlah standarisasi coupler agar coupler produk suatu Negara dapat digunakan di Negara lain. Pada kesempatan kali ini, akan dibahas beberapa jenis coupler yang umum digunakan.
A.   Link dan Pin
Tipe yang paling sederhana dari coupler adalah link dan pin. Setiap kendaraan memiliki bar yang dilekatkan pada pusat headstock (balok yag membentang di akhir kendaraan, sebutan lainnya yakni end sill atau pilot di USA) yang mana memiliki lingkaran dengan pusat lubang  yang melekat didalamnya.

kepala coupler / head stock
Setiap coupler memiliki bellmouth disekitar akhir bar untuk membantu mengarahkan bar dengan lubang tempatnya. Link dimasukkan pada coupler kemudian dikunci dengan pin, sehingga disebut coupler link and pin.

Dua Buah Coupler yang tersambung
Sistem  ini tidak terlalu canggih tetapi itu telah digunakan pada banyak kereta api selama abad ke-19 dan telah bertahan pada beberapa rangkaian hingga hari ini, Industri kereta api Ali Shan Taiwan salah satunya. Berikut contoh kereta yang menggunakan jenis coupler ini.

B.   Bar
Tipe coupler berikutnya adalah bar coupler. Coupler ini merupakan coupler yang  dikenal sebagai coupler semi permanen. Coupler ini  tidak bisa dilepas kecuali kereta berada di workshop dan tersedia akses dari bawah kereta. Couplerl ini biasanya digunakan dalam EMU(Electrical Multiple Unit)-di Indonesia dikenal dengan kereta berpenggerak, yang disimpan dalam formasi yang tetap, dua, tiga atau empat kereta.
Bar coupler terletak di dalam kereta, sedangkan ujung luar dari kereta menggunakan beberapa jenis coupler lain yang mudah dilepas. Bar coupler sangat sederhana, hanya terdiri dari bar dengan lubang di sepanjang ujung dalam yang mana setiap carbody dihubungkan oleh sebuah baut. Jenis yang lainya terdiri dari dua bagian yang hanya terbaut bersama-sama seperti yang ditunjukkan dalam contoh ini:

Kereta yang tersambung menggunakan Bar Coupler
C.   Link Coupling
Tipe coupler ini memiliki sebuah set tiga link yang tergantung di kait pada setiap kendaraan. Sebuah perkembangan dari coupler  ini adalah "Instanter coupler”, yang mana memiliki link tengah yang ditempa menjadi  sebuah bentuk segitiga untuk mengatur jarak kendaraan.
Coupler ini memerlukan seseorang untuk turun  di jalur antara dua kereta / gerbong dan mengangkat rantai coupling ke atas kail/hook pada kendaraan lainnya. Kadang-kadang "tiang couple" digunakan untuk melepas sambungan dengan cepat pada gerbong barang.

Bagian- bagian utama dari screw coupling
Gambar  ini menunjukkan screw coupler berada di posisi uncoupled (tidak terhubung). Ini merupakan pengembangan dari coupler 3-link di mana link tengah digantikan oleh screw. Screw  digunakan untuk mengencangkan couple antara dua kendaraan sehingga  memberikan bantalan dengan posisi menekan  side buffer ( buffer sisi).
Gambar di bawah menunjukkan sebuah gabungan coupler screw yang juga menampilkan alat perlengkapan yang khas pada couple kereta penumpang. Selain couple mekanik yang diperlukan untuk menghubungkan kendaraan, kereta harus memiliki koneksi untuk menghubungkan rem, pencahayaan dan pemanasan. Perhatikan bahwa jenis tertentu dari kereta diberikan dengan rantai pengaman, yang digunakan pada saat coupler utama putus. Pemasangan screw coupler ini masih dilakukan secara manual. Pengerjaanya tidak mudah dan memerlukan kewaspadaan yang tinggi agar tidak terjadi kecelakaan kerja.
Komponen Tambahan Pada Link Coupler
Selanjutnya: Coupler (2)
Share:

Dunia Kereta - Roda Kereta Api


Roda kereta merupakan jenis roda yang dirancang khusus untuk digunakan pada rel kereta api. Karena kereta api adalah kendaraan guided, dalam artian arahnya ditentukan oleh rel, maka profil/ struktur roda sangat penting disini. Untuk memenuhi fungsi itu, maka roda kereta api memiliki flange dan conus. Flange berfungsi untuk menjaga roda agar tidak tergelincir. Sedangkkan conus adalah bentuk permukaan roda yang miring, tidak rata. Conus berfungsi untuk memberikan beda kecepatan pada roda. Pada mobil ketika membelok, maka roda yang sebelah dalam memiliki kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan sebelah luar, misal untuk membelok kekanan, maka roda sisi kanan memiliki kecepatan yang lebih rendah daripada roda sebelah kiri. Karena roda mobil sebelah kanan tidak terhubung dengan roda sebelah kiri, maka beda kecepatan bisa mudah diperoleh. Beda halnya dengan roda kereta yang antara roda kiri dan kanan terhubung, maka untuk membuat beda kecepatan ini diperlukan permukaan roda yang berbentuk conus. Dengan permukaan berbentuk conus maka ketika membelok, misal belok kanan, maka roda sebelah kanan akan menempel di rel pada diameter yang kecil sedangkan roda kiri menempel pada diameter yang besar. Perbedaan diameter ini akan menimbulkan beda kecepatan.


           Walaupun kereta arah geraknya sudah dipandu oleh rel, masinis tetap dibutuhkan untuk mengurangi kecepatan pada track tikungan, karena pada tikungan ada batas kecepatan maksimum yang diizinkan. Jika melebihi batas kecepatan yang diizinkan, maka kereta bisa keluar dari rel(derailment) karena flange roda tidak mempu menahan. Selain itu masinis juga bertugas untuk memastikan kereta berjalan sesuai rambu – rambu/ signal yang ada.

           Roda kereta pada umumnya dibuat dengan metode press baja untuk memperoleh tingkat kekerasan sesuai yang diinginkan. Dalam hal ini belum ada industri di Indonesia yang bisa membuatnya. Info penting lainnya, roda kereta dibuat dengan kekerasa lebih rendah daripada rel, sehingga pada gesekan antara roda dan rel, roda akan aus lebih dulu. Hal ini dilakukan karena penggantian rel memakan biaya yang lebih banyak daripada roda kereta api.
Share:

Jumat, 12 Februari 2016

Dunia Kereta - Lokomotif Diesel Elektrik

Lokomotif diesel elektrik adalah lokomotif yang menggunakan transmisi listrik, dalam artian daya yang dihasilkan mesin diesel ditransfer ke roda kereta dalam bentuk listrik. Berikut sekilas bahasan mengenai komponen yang ada pada lokomotif elektrik beserta fungsi dari beberapa komponen pentingnya.
Gambar. Lokomotif Diesel Elektrik dan Komponennya [1]

Mesin Diesel
Mesin diesel adalah sumber daya/ power utama pada lokomotif ini. Karena menggunakan transmisi elektrik maka mesin diesel dipakai untuk memutar alternator untuk mendapatkan energi listrik. Turbo charging dipakai untuk menaikkan eefisiensi mesin diesel.

Alternator
Alternator mengubah putaran dari mesin diesel menjadi listrik. Alternator disini ada dua jenis: main alternator dan auxiliary alternator. Main alternator berfungsi menghasilkan listrik untuk keperluan sistem penggerak kereta. Sedangkan auxiliary alternator yang mimiliki ukuran lebih kecil bertugas mensuplai listrik untuk kebutuhan auxiliary(lampu, AC, pemanas).

Motor Blower
Berfungsi untuk mendinginkan rectifier/ inverter dan mengatur suhu dalam ruang mesin lokomotif.

Air Intake
Sebagai filter udara yang masuk ke dalam ruang mesin lokomotif.

Rectifier/ Inverter
Output dari alternator adalah listrik AC sedangkan motor traksi yang dipakai ada yang AC dan DC untuk itu rectifier/ inverter dipakai. Pada zaman sekarang motor traksi AC sudah menjadi standart pada lokomotif, rectifier dan inverter dipakai untuk motor control. Penggunaan inverter ini ada yang bogie control (satu bogie satu inverter) dan ada yang axle control (satu axle satu inverter). Pada saat ini, seiring kemajuan teknologi power elektronik, satu inverter bisa dipakai untuk mengontrol empat motor traksi dengan susunan paralel. Antara motor traksi dan roda terdapat pinion/ gear box sebagai antar muka putaran motor dan roda.

Baterai
Baterai memiliki fungsi ganda yaitu pada sistem propulsi berperan untuk start engine sedangkan pada sistem auxiliary baterai dipakai untuk lampu emergency.

Cap
Cap adalah kabin masinis. Dalam kabin ini ada control stand (meja kemudi) dan electronic control (panel kontrol). Panel kontrol mengendalikan setting rectifier/ inverter juga pencahayaan dan kelistrikan lainya.

Compressor
Untuk memperoleh udara bertekanan sebagai tenaga pneumatik yang dipakai untuk pengereman maupun buka-tutup pintu pneumatik.

Sand Box
Merupakan wadah pasir. Pasir ini dipakai untuk meingkatkan gaya gesek antara roda dan rel ketika kondisi rel licin, misal ketika hujan.

Contoh lokomotif diesel elektrik di Indonesia adalah Lokomotif CC206 milik PT KAI. Kereta buatan GE ini memiliki dua bogie dengan konfigurasi C-C.
Gambar. Lokomotif Diesel Elektrik CC206 [2]



Share:

Dunia Kereta - Lokomotif Diesel

Kereta diesel adalah kereta yang penggerak utamanya adalah mesin diesel. Kereta diesel pertama di dunia dipakai untuk komersial pada tahun 1924. Kelebihan lokomotif diesel dibandingkan dengan lokomotif uap adalah:
  1. Polusi udara berkurang
  2. Suaranya lebih pelan
  3. Lebih tahan terhadap air karena pada lokomotif uap air dapat mengganggu pembakarannya
  4. Lebih bersih dari sisa – sisa bahan bakar
  5. Tidak memerlukan penjaga bahan bakar, pada lokomotif uap perlu penjaga bahan bakar untuk memastikan pembakaran tetap berjalan
  6. Biaya maintenance lebih murah
  7. Termal effisiensi lebih tinggi ( mesin disel 36 %, mesin uap 6-10 % )

Berdasarkan kelebihan yang dimiliki diatas, lokomotif diesel telah menggantikan lokomotif uap pada pertengahan tahun 1960. Sedangkan kelebihan lokomotif diesel dibandingkan dengan lokomotif elektrik adalah:
  1. Lokomotif diesel tidak memerlukan jalur yang memiliki LAA(listrik aliran atas)
  2. Bila dihitung dari sumber energy bahan bakar, bisa jadi lokomotif diesel memiliki loses dan pencemaran lebih kecil. Hal ini karena lokomotif diesel langsung memakai bahan bakar solar, sedangkan untuk lokomotif elektrik bahan bakar solar dipakai pada pembangkitan listriknya, belum lagi loses yang terjadi ketika transmisi dari pembangkit listrik menuju lokomotif listrik tersebut.
Berdasarkan transmisinya, lokomotif diesel yang sekarang banyal digunakan ada tiga:

Diesel mekanik
Menggunakan transmisi mekanik. Gaya gerak dari mesin diesel diteruskan ke gearbox, biasanya diperantarai fluid coupling. Dari gearbox gerakan diteruskan ke roda melalui transmisi mekanik, seperti gardan. Jenis kereta ini hanya dipakai untuk daya rendah, karena untuk kereta dengan daya yang tinggi ukuran transmisinya juga besar.

Gambar. Lokomotif disel mekanik [1]

Pada trasmisi elektrik, mesin diesel dipakai untuk memutar alternator yang menghasilkan listrik. Listrik dari alternator inilah yang dipakai untuk menggerakkan motor traksi.
Gambar. Lokomotif disel elektrik [1]


Diesel hidraulik
Hampir sama dengan diesel mekanik, hanya saja fluid coupling diganti menggunakan torque converter (untuk mengkonversi torsi dari mesin diesel menuju gardan shaft). Hanya saja, torque converter mampu dibebani slip yang besar, yaitu perbedaan kecepatan antara putaran mesin dan kecepatan roda, misalnya pada saat pengereman.
Gambar. Torque Converter [2]
Ref:
  1.  https://en.wikipedia.org/wiki/Diesel_locomotive
  2. http://auto.howstuffworks.com/auto-parts/towing/towing-capacity/information/torque-converter2.htm


Share:

Kamis, 11 Februari 2016

Dunia Kereta - 10 Kereta Tercepat di Dunia

Kereta adalah salah satu sarana transportasi yang populer di dunia. Seiring dengan perkembangan teknologi, banyak negara berlomba membangun kereta tercepat didunia. Berikut rangkuman dari 10 kereta tercepat didunia yang masih beroperasi pada awal tahun 2016.
10. THSR 700T - Taiwan 300 km/h
Kereta ini ada di Taiwan dan dioperasikan pada jalur Taipei - Kaohsiung. Mulai beroprasi pada Januari 2007. Kereta dengan kecepatan operasi maksimum 300 km/h ini adalah produk kerjasama antara Kawasaki, Hitachi, dan Nippon Sharyo. Kereta ini adalah produk ekspor shinkansen pertama. Kereta dengan kapasitas penumpang 989 ini memakai sistem kelistrikan 25 kV AC.

9. ETR 500 - Italia 300 km/h
Elettro Treno Rapindo 500 atau ETR 500 mulai dipakai untuk komersial pada 2008. Kereta yang didisain dengan kecepatan 360 km/h ini dioperasikan pada kecepatan 300 km/h. Kereta yang dioperatori oleh Trenitalia ini diproduksi oleh TREno Veloce Italiano(TREVI) yang bekerjasama dengan Alstom, Bombardier, dan AnsaldoBreda. Sistem kelistrikan yang dipakai 3000 VDC, 25 kV AC dan 1500 VDC pemakaiannya berdasarkan jalur yang dilalui.
Share:

Selasa, 09 Februari 2016

Dunia Kereta - BOGIE

BOGIE merupakan sistem kesatuan roda pada Kereta Api, baik di kereta berpenggerak maupun kereta tidak berpenggerak. BOGIE pada umumnya dipakai untuk roda yang jumlahnya lebih dari 2 gandar ( As ) dalam satu kereta.
 


Gambar 1. Kereta tanpa Bogie dan dengan Bogie

BOGIE adalah suatu kesatuan konstruksi yang terdiri dari dua perangkat roda atau lebih yang digabungkan oleh rangka yang dilengkapi dengan sistem pemegasan, pengereman, dengan atau tanpa peralatan penggerak ( traksi motor atau gear box ) dan slip protection device, serta berfungsi sebagai pendukung rangka dasar dari badan kereta. BOGIE dapat di lepas dan dipasangkan kembali jika sedang dilakukan perawatan.

Fungsi utama BOGIE adalah menghasilkan fleksibilitas kereta terhadap rel sehingga roda dapat tetap kontak dan berada pada rel saat melewati tikungan (“curve” ). Saat kereta melewati rel yang membelok atau menikung, maka akan terjadi sudut antara garis lurus badan kereta dengan rel. Pada keadaan ini, akan terjadi kontak antara flens dengan rel pada salah satu sisinya. Pada kereta tanpa BOGIE maka sudut ini terbatas karena roda akan selalu segaris dengan badan kereta sehingga saat flens sudah tidak bisa menahan rel, maka roda akan naik ke atas rel dan akhirnya terjadi derailment atau anjlok. Dengan adanya BOGIE, maka roda tidak segaris dengan badan kereta melainkan mempunyai sudut tertentu yang memungkinkan roda bisa membelok mengikuti rel tanpa terjadi anjlok atau roda yang naik ke atas rel.



Gambar 2. Bogie Steering , atas : tanpa BOGIE, bawah : dengan BOGIE
( sumber http://the-contact-patch.com/book/rail/r1114-railway-suspension )

Share:

Jumat, 05 Februari 2016

Dunia Kereta - Deadman pada Kereta

Selama dekade terakhir abad ke-19, kereta yang bertenaga listrik mulai muncul. Sejak tidak dibutuhkannya seorang fireman untuk menjaga api tetap menyala pada locomotif uap, maka hanya ada satu orang yang dibutuhkan di dalam kabin (yaitu masinis itu sendiri). Namun, harus dipikirkan bahwa harus ada beberapa cara untuk memastikan seorang masinis selalu terus waspada, dan tentu ia akan tetap berada di dalam kabin ketika kereta berjalan. Oleh karena itu, sudah menjadi hal yang lumrah untuk menyediakan beberapa jenis perangkat kewaspadaan.

Perangkat kewaspadaan awalnya dipasang untuk mengkover kondisi di mana masinis tiba-tiba pingsan karena sakit, sementara ia harus tetap bertanggung jawab atas perjalanan kereta api. Perangkat kewaspadaan ini biasanya meliputi sebuah spring tuas atau tombol kontrol bermuatan listrik. Oleh karena itu dengan cepat menjadi dikenal sebagai "tuas deadman". Baru-baru ini menjadi dikenal sebagai perangkat kewaspadaan atau "perangkat keselamatan pengemudi" (DSD). Di Prancis itu disebut "VACA", singkatan dari "veille Automatique de Contôle à Maintien d'appui".

Ada 3 tipe DSD, antara lain pegas pada master controller handle, pegas pada pedal dan alerter. Deadman handle biasanya memerlukan gerakan konstan untuk memastikan system tetap menyala. Jika handle dilepaskan, maka rem akan bekerja. Pedal membutuhkan operasi secara berkala. Satu menit tampaknya menjadi waktu normal yang diperbolehkan antara depresi pedal. Sebuah alarm akan  memperingatkan pengemudi bahwa ia harus menekan pedal dalam waktu 3 detik. Untuk "Alerter", kuncinya  adalah pergerakan yang pasti untuk mengkontrol. Jika tidak, maka akan menyebabkan penerapan rem secara otomatis (emergency brake). Ini adalah sistem yang populer di Amerika Serikat. Di beberapa negara, push button digunakan sebagai sistem peringatan.


Gambar deadman tipe button/tombol
Share:

Kamis, 04 Februari 2016

Dunia Listrik - 3D plot di MATLAB


Bagaimana cara membuat plot 3D seperti gambar diatas? Mari kita bahas bersama. Untuk gambar yang fullcolor dibuat dengan perintah surf() sedangkan untuk gambar mesh dibuat dengan perintah mesh().Mari kita praktekkan! Gambar diatas berdasarkan data dari tabel dibawah ini. 


Share:

Dunia Kereta - Sejarah Perkeretaapian Indonesia

Kehadiran kereta api di Indonesia ditandai dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan KA di desa Kemijen, Jum'at tanggal 17 Juni 1864 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.


Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen - Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh de-ngan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 Km, tahun 1870 menjadi 110 Km, tahun 1880 mencapai 405 Km, tahun 1890 menjadi 1.427 Km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 Km.

Share:

Dunia Kereta - Membangun Industri Kereta Api dalam Negeri


Kereta api adalah salah satu moda transportasi darat yang paling efektif, baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh. Kereta api dapat mengangkut barang dan penumpang secara massal dengan tingkat keselamatan tinggi dibanding dengan moda transportasi darat lain. Sejak awal ditemukannya 1784 di Inggris oleh William Murdoch, kereta api telah mengalami banyak perkembangan dan semakin banyak digunakan. Di Indonesia sendiri, kereta api sudah mulai dibangun sejak zaman penjajahan Belanda oleh Namlooze Venootschap Nederlanche Indische Spoorweg Maatschappij (NV NISM) pada tahun 1864 [1]. Sekarang operasional kereta api di Indonesia dipegang oleh operator tunggal yakni PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI (Persero).
Selain dapat memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam mempermudah dan mengakomodasi aktifitas ekonomi dan sosial, pengembangan perkeretaapian juga memiliki manfaat lain, seperti disebutkan dalam Laporan Tahunan 2014 PT KAI sebagai berikut:
a)      Menekan kepadatan lalu lintas jalan raya sekaligus mengurangi konsumsi BBM akibat kemacetan lalu lintas
b)      Mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di jalan raya
c)      Mengurangi beban jalan raya sekaligus menekan kerusakan jalan raya
d)     Menghemat keuangan negara yang dialokasikan untuk perawatan jalan raya
e)      Meminimalisasi biaya angkutan dan distribusi logistik nasional.
Berdasarkan jumlah penumpang yang dapat diangkut dan jarak perjalanan, kereta api adalah moda transportasi darat dengan konsumsi bahan bakar atau energi yang paling efisien. Konsumsi bahan bakar kereta api hanya sebesar 0,002 liter per kilometer per penumpang (km/Pnp), sedangkan bus sebesar 0,0125 liter per km/Pnp dan mobil pribadi sebesar 0,02 liter per km/Pmp [1]. Dengan konsumsi bahan bakar yang efisien per km/Pnp, kereta api merupakan moda transportasi dengan emisi gas CO2 paling kecil seperti ditunjukkan pada Gambar 1.
               

Gambar 1 Emisi CO2 2005 dalam EU27 berdasarkan Sektor Moda Transportasi
(sumber: Laporan Tahunan 2014 PT KAI)
Share:

Rabu, 03 Februari 2016

Dunia Kereta - Engine Braking

Engine braking adalah suatu mekanisme dimana mesin juga ikut mengurangi kecepatan kendaraan. Hal ini terjadi ketika gaya perlambatan mesin dipakai untuk memperlambat laju kendaraan. Pengereman ini hanya dipakai di mesin bensin sedangkan pada mesin diesel memakai compression release brake dan exhaust brake.

Pada mesin bensin, engine braking terjadi ketika throttle ditutup, yaitu ketika pedal gas dilepas. Pada kondisi ini udara yang mengalir sangat terbatas. Dapat diilustrasikan dengan gaya yang diperlukan untuk meniup/ menyedot melalui saluran yang sempit dan saluran yang besar. Usaha yang dilakukan mesin untuk melawan aliran udara yang terbatas yang akan menimbulkan efek pengereman ini.

Tidak seperti mesin bensin yang udara masuk (air intake) dikendalikan dan menjaga aliran bahan bakar konstan, mesin diesel mengatur aliran bahan bakar sesuai dengan daya output yang dikehendaki.  Pada mesin disel engine brake digantikan dengan:

1) Compresion release brake
Pengereman jenis ini disebut juga jake brake. Prinsip kerja pengereman ini yaitu dengan membuka exhaust valve ketika mode kompresi sehingga menyebabkan ekspansi adiabatik dari udara terkompresi yang pada akhirnya energy yang tersimpan pada udara terkompresi tidak diteruskan ke crankshaft tetapi dibuang ke atmosfer.

Gambar Exhaust valve mesin disel yang terbuka

Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter