Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Minggu, 27 Agustus 2017

Review: Kereta Double Deck – SJ X40 Swedia


Beberapa teman sering bilang ke saya untuk menulis artikel review kereta, tetapi saya kurang begitu kompeten kalau masalah review. Selain itu sudah banyak teman railfans yang melakukan review kereta – kereta di Indonesia. Selagi dapat kesempatan berkunjung ke Eropa, tepatnya Swedia, saya akan coba menulis artikel review tentang kereta yang pernah saya coba. Sebenarnya ada beberapa tipe kereta di Swedia meliputi: Kereta Bandara, Kereta Jarak Menengah ( kereta penumpang ditarik lokomotif dan kereta listrik), Kereta Jarak Jauh ( high speed), Metro, dan Commuter line. Saya mencoba dua diantaranya yaitu kereta listrik yang dalam hal ini double deck dan Metro. Pada kesempatan ini hanya akan saya ulas tentang kereta double deck.

Operasional kereta api di Swedia dilakukan oleh SJ (Statens Jarnvagar) yang merupakan perusahaan pemerintah, kalau di Indonesia semacam KAI. Kereta listrik double deck milik SJ adalah tipe X40. Kereta ini melayani jalur Stockholm ke Linkoping, Eskilstuna/ Arboga, Vasteras/ Orebro, dan Gavle/ Sandviken, serta Gothenburg. Kereta buatan Alston yang mulai beroprasi pada 2006 ini memiliki konfigurasi satu train set terdiri dari 2 car, tetapi ada juga yang 3 car. Kereta double decker yang keceptan maksimumnya mencapai 200 km/jam ini juga memiliki kapasitas yang besar. Pada set yang terdiri dari 2 car kapasitasnya yaitu 153 kursi, sedangkan pada set yang terdiri dari 3 car kapasitasnya 252 kursi. Sedangkan track gauge ( lebar sepur) yang dipakai adalah 1435 dengan system LAA 15 kV AC.



Gambar 1. Double deck SJ X40

Sekarang kita masuk ke bagian review. Secara umum susunan kereta double deck seperti Gambar 2. Terlihat bahwa bagian yang dibuat double deck adalah bagian tengah, sedangkan bagian bogie single deck biasa. Bagian tengah yang dibuat double deck pun yang lantai bawah dibuat lebih rendah, low floor. Hal ini karena tuntutan loading gauge. Gambar 2 adalah susunan double deck milik Denmark karena saya tidak menemukan gambar milik SJ X40.


Gambar 2. Susunan umum kereta double deck

Masuk lebih dalam. Gambar 3 adalah tangga menuju lantai atas kereta. Ujung atas tangga terdapat pintu otomatis dengan sensor infra red yang akan membuka ketika ada orang lewat. Sampai dilantai atas terdapat dua pasang kursi di lajur kanan dan kiri, sedangkan disamping tangga karena tidak muat jika ditaruh dua pasang kursi ada rak untuk bagasi. Sebenarnya diatas tempat duduk juga ada rak bagasi, tetapi hanya muat untuk tas kecil, tidak bisa menaruh koper. Di lajur kiri dan kanan ada enam baris kursi( satu barisi dua kursi). Kursi pertama di belakang kursi baris kedua, tidak ada meja. Kursi baris kedua berhadapan dengan kursi baris ketiga dan ada meja ditengahnya. Kursi baris keempat berpunggungan dengan kursi baris ketiga dan berhadapan dengan kursi baris lima, tengah ada meja. Kursi baris enam bereda di belakang kursi baris lima dan tidak ada meja. Jadi total diatas muat untuk 24 penumpang.


Gambar 3. Tangga menuju lantai atas


Gambar 4. Ruang penumpang lantai atas

Selanjutnya di area atas bogie terdapat dua baris kursi di kanan dan kiri, Gambar 5, dengan total penumpang 8. Lebih lengkap lihat Gambar, karena saya tidak sempat main ke ujung bogie satunya, dan lantai bawah cuma lihat sekilas, tetapi secara dekorasi interior antara lantai atas dan lantai bawah sama. Sedangkan untuk kereta yang ada kabinnya juga belum sempat saya kunjungi.


Gambar 5. Ruang penumpang area atas bogie


Gambar 6. Susunan kursi kereta non kabin

Ketika saya di dalamnya kereta melaju sekitar kecepatan 150 km/ jam. Walaupun demikian, kereta masih terasi nyaman dari gunjangan dan tidak berisik. Berdiskusi dengan teman saya mengenai hal ini, beliau menjelaskan bahwa factor penyebab kenyamanan ini ada dua, pertama bogie kedua rel. Lantas kereta api di Indonesia kurang dibagian apa, kok menurut saya, terasa cukup berisik walaupun itu kelas eksekutif. Nah hal ini yang menjadi PR kita bersama untuk ikut serta berpartisipasi terhadap perkeretaapian Indonesia.

Tak lupa, ini foto toiletnya, bersih, tapi bau. Darifotonya terlihat lebih baik dari kereta Indonesia tapi dari wanginnya lebih harum kereta Indonesia yang sudah dipasang pewangi. Dan terakhir foto saya nampang. Semoga bisa berkunjung dan merasakan teknologi – teknologi kereta lainya dan tentunya tak lupa menulis artikel untuk menambah wawasan kita bersama. Salam.


Gambar 6. Toilet kereta


NN - Numpang Nampang

Reff:
  1. https://en.wikipedia.org/wiki/SJ_X40 
  2. http://www.bombardier.com/en/transportation/projects/project.double-deck-coach-denmark.html?f-region=europe


Share:

Kamis, 24 Agustus 2017

Dunia Kereta - Fenomena antara Roda dan Rel Kereta


Roda berbentuk lingkaran, tetapi apakah bentuk roda masih tetap lingkaran sempurna ketika sudah dipasang di mobil atau motor? Kita lihat bahwa roda mobil yang diparkir tidaklah berbentuk sempurna lingkaran. Pada kontak antara roda dan jalan maka roda terdistorsi mengikuti bentuk jalan. Hal ini karena beban berat mobil yang harus ditumpu oleh roda. Ketika mobil berjalan, fenomena ini juga terjadi walaupun tidak bisa kita amati. Fenomena ini disebut elastic distortion yaitu perubahan bentuk sesaat dan kembali lagi ke bentuk semula.

Seperti halnya mobil, roda kereta juga mengalami hal yang sama. Bukankah roda kereta terbuat dari besi? Iya benar. Akan tetapi, beban kereta yang sangat berat dan posisi kontak antara roda kereta dan rel yang sempit menyebabkan tekanan antara roda dan rel sangat besar. Selanjutnya akan dibahas lebih dalam mengenai fenomena yang terjadi pada kontak antara roda dan rel pada kereta.

Tidak seperti mobil, kereta memiliki desain roda yang khusus yang memiliki karakteristik yang unik antara lain hunting oscilation. Keunikan ini antara lain karena (1) Rel kereta memiliki profil khusus, yang ternyata agak dimiringkan sedikit, lihat gambar 1 bagian no 3., ini dilakukan untuk menyesuaikan profil roda dan juga untuk transfer beban yang baik ke bagian balas. (2) Kontak antara roda dan rel sangat kecil dibandingkan pada kontak roda mobil dan jalan. Kontak antara roda dan rel hanya memiliki luasan sekitar 1 cm2, sehingga pada kontak ini akan timbul tekanan yang sangat besar. Berdasarkan dua hal ini, maka kontak roda dan rel akan berubah - ubah tergantung kondisi lintas, lurus atau lengkung. Pada lintas lurus, kontak terjadi pada wheel tread dan kepala rel, gambar 2 titik 1. Sedangkan ketika di lintas tikungan, maka kontak roda ada dibagian flange dan sisi dalam rel. Inilah yang menyebabkan hunting oscilation.



Kontak antara roda dan rel kereta ini termasuk dalam gerak rolling – sliding. Apa itu rolling – sliding? Sebelumnya sedikit kita ingat pelajaran fisika. Gerak rotasi adalah gerakkan roda yang berputar ditempat, roda motor ketika tidak menyentuh tanah. Gerak sliding adalah gerakan meluncur, roda motor berpindah tempat tetapi tidak berputar, terpeleset. Gerak rolling adalah perpaduan antara gerak rotasi dan gerak sliding, roda berputar dan juga berpindah tempat, contohnya gerak roda motor yang sedang berjalan. Sedangkan gerak roda kereta rolling – sliding maksutnya ialah, ketika gaya gesek antara roda dan rel cukup, sebenarnya roda kereta bergerak rolling, tapi suatu saat, ketika gaya gesek roda dan rel tidak cukup, maka akan terjadi sliding. Jadi inilah kenapa gerak roda kereta di rel disebut gerak rolling – sliding.

Akibat adanya gerak rolling – sliding ini, maka kecepatan linier kereta ( Vt = Kec_sudut x Radius_roda) dan kecepatan kereta yang sebenarnya berbeda, perbedaan ini disebut dengan kecepatan sliding. Perbandingan antara kecepatan sliding dan kecepatan rolling inilah yang disebut dengan Creep. Beberapa literature menyebutkan bahwa Creep adalah rasio antara kecepatan sliding dan kecepatan kereta, dengan asumsi Creep yang terjadi kecil. Pada kontak antara flange roda dan sisi samping rel biasanya Creep tinggi, sedangkan pada kontak antara wheel tread dan kepala rel biasanya Creepnya kecil.

Reff:
[1] Yi Zhu. Adhesion in the wheel rail contact under contaminated conditions. Thesis. Department of Machine Design. Stockholm 2011.


Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter