Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Selasa, 20 Juli 2021

MILAD ke-5 keretalistrik.com Bagi Pulsa GRATIS



Halo sobat keretalistrik, lama tak bersua ya. Maaf sekarang si-admin lagi rada sibuk. Nah mumpung MILAD ke-5 ini, 20 Juli 2021, kita mau bagi-bagi pulsa ni buat 3 orang. Caranya gimana? Simak yaa

1) Silakan komen di kolom komentar, tentang harapan konten apa yang akan dimuat di web kesayangan kalian ini, dan juga masukan kalian
2) Follow IG keretalistrik @keretalistrik2007 . Wajib ya, karena pulsa akan dikonfirmasi lewat DM IG.
3) Pemenang adalah komen terbaik menurut versi admin, keputusan final ya
4) 3 orang dengan komen terbaik akan dihubungi lewat DM IG dan masing-masing akan mendapat pulsa senilai 25rb.
5) Pemenang akan diumumkan tanggal 25 Juli 2021.


Share:
Blogger Tricks

Rabu, 31 Maret 2021

Dunia Kereta - Suhu Minus, Bagaimana Kereta Tetap Beroprasi?

Hallo teman-teman KL semua, sebutan baru buat pembaca setia keretalistrik. Setelah lama bersemedi ditengah pandemi korona ini, kita akan bagi cerita baru tentang kereta api ini. Sebelumnya kita doakan semoga wabah korona yang ada di Indonesia khususnya dan dunia umumnya segera selesai, dan kita bisa menikmati lagi perjalanan dengan kereta, aamiin. Kali ini kita akan sedikit share tentang bagaimana kereta api bisa tetap beroprasi pada suhu dingin yang ekstrem, yaitu -30 ⁰C.


Pada kesempatan kali ini, kita akan mengambil contoh kasus operasional kereta di Amerika Serikat dengan operator Norfolk Southern Corporation (NS). NS lebih banyak melayani transportasi barang seperti batu bara, produk otomotif dan juga komponen industry. Pada tahun 2019, terjadi musim dingin dengan suhu yang ekstrem di AS dan NS harus tetap beroprasi. Suhunya mencapai  -50 ⁰C di Illionis dan Indiana di awal Februari 2019.

Salah satu usaha yang dilakukan agar kereta tetap beroprasi dengan normal adalah menjaga kondisi rel agar tetap aman dilalui. Suhu dingin yang ekstrem membuat rel berkontraksi dan beberapa rusak, sambungan (joint) patah dan masih banyak lainya. Untuk melakukan ini, personel dilengkapi dengan safety yang lengkap karena harus bekerja pada suhu dingin yang ekstrim.

Selain itu beberapa persiapan yang dilakukan NS adalah:

  1. Tim dibagi dalam wilayah kecil sehingga lebih cepat mengani kendala
  2. Komunikasi antara pusat operasi dan pegawai lapangan ditingkatkan
  3. Perubahan ukuran train set, batas kecepatan dan aturan sesuai dengan kondisi di lapangan
  4. Menyiapkan genset portabel di beberapa tempat untuk antisipasi gardu listrik mati
  5. Meyiapkan alat pembersih salju dari lintas rel

Sedangkan untuk menjamik lokomotif dapat beroprasi yang dilakukan adalah: Lokomotif disimpan atau diparkir di tempat khusus yang bisa melindungi dari suhu dingin yang ekstrim sehingga air pendingin radiator dan bahkan oli tidak membeku. Selain itu juga disiapkan air dryer untuk mencegah udara di kompresor mengandung air akibat membeku.  Selain itu, kondisi cuaca juga terus dipantau, sehingga aturan operasional dapat berubah setiap waktu dan disampaikan melalui sistem komunikasi yang canggih.

Demikian sedikit cerita tentang bagaimana operasional kereta di suhu dingin yang ekstrem. Meskipun di Indonesia tidak ada salju, semoga bisa menambah ilmu dan mengobati rasa penasaran kita. Salam sobat KL!

 

Reff: Global Railway Review, February 2020.


Share:

Minggu, 28 Februari 2021

Dunia Kereta – Smart Maintenance Bantu Kurangi Polusi

Revolusi Industri 4.0 telah membawa pengaruh besar, tidak terkecuali di dunia kereta api yang itu dengan digitalisasi. Salah satunya yaitu dengan smart maintenance, yaitu maintenance atau perawatan yang dilakukan dengan bantuan sensor dan big-data. Lebih detail yaitu dengan bantuan teknologi Internet of Things (IoT). IoT memungkinkan pengamatan pada benda jarak jauh dengan memanfaatkan jaringan internet. Teknologi ini dimanfaatkan dengan menempatkan sensor pada beberapa komponen di kereta untuk diamati jarak jauh di control center. Saking banyaknya data maka untuk mengolahnya perlu metode big-data.

Data yang telah diolah dipakai untuk pertimbangan maintenance yaitu dengan melihat pola yang ada. Misalnya data grafik pada suhu engine, apakah masih normal atau sudah diatas batas normal dan lain sebagainya. Dengan smart maintenance ini maka perusahaan akan lebih mudah dan tepat dalam melakukan perawatan kereta.

Smart maintenance ternyata bisa juga dipakai untuk mengurangi polusi. Bagaimana caranya? Sebuah projek bernama IN2STEMPO (Innovative Solutions in Future Stations, Energy Metering and Power Supply) di Eropa menggarap sebuah projek smart maintenance yang bertujuan untuk mengurangi polusi yang dihasilkan oleh kereta. Fokus projek ini ada tiga yaitu: smart power supply, smart metering, effective station design.

Smart metering dilakukan dengan menggunakan smart meter yang mengukur konsumsi daya listrik dari kereta. Dengan smart meter ini maka data konsumsi energi kereta dapat diperoleh dan dianalisa yang selanjutnya untuk mengampil tindakan dalam upaya penghematan energi. Misalnya dengan mengetahui kapan konsumsi energi bedar dan konsumsi energi sedikit maka perusahaan bisa memperkirakan pembelian daya listriknya.

Smart power supply dilakukan dengan menggunakan FACTS (Flexible AC Transmission System). FACTS membantu perusahaan dalam mempermudah pengendalian supply energi ke kereta. Sedangkan Effective Station Design bertujuan untuk mendapatkan manajemen antrian yang lebih bagus sehingga biaya pembuatan stasiun dapat lebih efektif dan ramah lingkungan.

Secara keseluruhan projek N2STEMPO bertujuan untuk meningkatkan efisiensi konsumsi energi sehingga mampu mengurangi polusi. Selain itu, untuk membantu penumpang agar lebih merasa nyaman bepergian dengan kereta api.

Reff:

IN2STEMPO: How smart maintenance could help support the decarbonisation of our rail network, Global Railway Review, October 2020.

Share:

Kamis, 31 Desember 2020

Dunia Kereta-Kereta paling ramah lingkungan?

Pada artikel ini, kita akan membahas tentang jenis kereta apa yang paling ramah lingkungan. Paling ramah lingkuangan dalam artian paling rendah emisi yang dihasilkan. Ada beberapa kandidat yang akan kita bandingkan disini, yaitu kereta listrik, kereta diesel, kereta baterai, kereta hydrogen, dan kereta biogas. Pada pembahasan kali ini, akan diulas secara komprehensif, dalam artian, meninjau emisi yang dihasilkan mulai dari awal pembentukan bahan bakar, tidak hanya saat kereta beroprasi. Mari simak dan baca sampai selesai.

Kita tengok sebentar tentang sejarah. Dimulai dari kereta uap yang memiliki kecepatan rendah dan polusi yang tinggi. Kemudian digantikan dengan kereta disel dengan kecepatan yang lebih tinggi dan polusi yang berkurang. Selanjutnya, muncul kereta listrik yang dapat melanju lebih cepat dibandingkan kereta disel dan dengan emisi yang lebih rendah dalam pengoperasian kereta. Akan tetapi, kereta listrik membutuhkan prasarana berupa catenary atau LAA (Listrik Aliran Atas). Hal ini, membuat kereta listrik tidak fleksibel dan tidak dapat dioperasikan disemua jalur. Kereta disel masih merajai karena dapat dioperasikan di semua jalur. Kemudian, penelitian tentang alternatif lain dimulai.


Gambar 1. Ilustrasi kereta biogas

Panel Surya.  Sempat ada penelitian tentang kereta dengan tenaga panel surya. Akan tetapi, dengan tenaga panel surya, meski semua atap kereta diberi panel surya, dan kereta berada pada terik siang hari, energi yang dihasilkan panel surya tidak akan mencukupi untuk menggerakkan kereta pada kecepatan operasi yang memadai.

Baterai. Kereta baterai pada dasarnya adalah kereta listrik yang energi listriknya disimpan di baterai. Akan tetapi, kelemahan dari kereta berbasis baterai ini adalah, jarak tempuh yang terbatas karena keterbatasan baterai dan juga biaya perawatan beterai akan mahal. Selain itu, aplikasinya untuk kereta main-line (jarak jauh) tidak bisa menampung energi dari regenerative braking secara optimal karena kereta main-line biasanya percepatan/ perlambatannya rendah.

Hidrogen. Kereta jenis ini memakai fuel cell untuk mengubah hydrogen menjadi listrik. Sistem ini memerlukan beban listrik yang stabil, sehingga kereta ini juga dilengkapi betarai. Jika permintaan daya lisrik besar, maka baterai ikut membantu. Jika permintaan daya listrik kecil, hasil listrik dari fuel cell disimpan di baterai. Sehingga baban listrik fuel cell bisa stabil. Kereta ini memerlukan biaya yang mahal saat ini. Mulai dari proses pembembuatan hydrogen, perawatan komponennya, bahkan jalur suplay hydrogen ke stasiun kereta.

Biogas. Kereta biogas pada dasarnya adalah kereta disel yang memiliki bahan bakar biogas. Biogas adalah bahan bakar ramah lingkungan dari daur ulang sampah organic.

Semua sumber energi kereta yang telah dibahas diatas memilik kelebihan dan kekurangan masing – masing. Gambar 2 bagian atas menunjukkan, bahwa suatu kereta yang membutuhkan energi yang sama tetapi disuplai dari beberapa sumber energi berbeda. Terlihat bahwa enegi permintaan kereta sama. Akan tetapi, energi yang diberikan berbeda pada tiap sumber energi. Terlihat bahwa, energi yang diberikan kereta disel biasa dan disel biogas paling tinggi. Sedangkan pada kereta listrik, sumber listrik mensuplai energi paling sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa kereta berbasis disel memiliki efisiensi energi paling kecil. Sedangkan efisiensi paling baik ada pada kereta listrik.


Gambar 2. Energi dan emisi kereta

Kereta paling efisien belum tentu paling ramah lingkungan. Hal ini karena, kita perlu lihat secara keseluruhan sumber energi tadi diperoleh. Gambar 2 bagian bawah menunjukkan emisi greenhouse gas pada setiap jenis kereta. Terlihat bahwa, berdasarkan emisi sumber energi, kereta hydrogen menghasilkan paling banyak polutan dari hasil pembuatan hydrogen. Selanjutnya kereta baterai dari hasil proses produksi baterai dan kereta listrik pada pembangkitan energi listrik. Sedangkan pada kereta disel, polusi lebih banyak dihasilkan pada saat operasional kereta bukan pada proses pembuatan bahan bakarnya. Sedangkan kereta biogas, adalah kereta paling ramah lingkungan dengan polusi paling kecil.

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat kita simpulkan bersama, kereta paling ramah lingkungan adalah kereta biogas. Sedangkan kereta paling efisien adalah kereta listrik. Semoga bisa menambah pengetahuan kita. Tinjauan diatas tidak mempertimbangkan secara ekonomi. Karena lebih komplek lagi. Sehingga banyak operator memakai banyak jenis kereta untuk saling melengkapi dengan Analisa keuntungan yang utama.

Ref.

Rouqutte, F., Ficot-Boulet, D., Melenchon, M., In search of the zero-emission train, Railway Gazette International, December 2020.


Share:

Senin, 30 November 2020

Dunia Kereta - Rail Vision, Teknologi Mata Pada Kereta Api

Pernah tidak kalian membayangkan jika kereta punya mata? CCTV pada kereta sudah banyak ditemui, tetapi CCTV hanya memberikan rekaman video kepada operator sedangkan operator yang harus melakukan tindakan. Berbeda jika suatu kereta memiliki mata sendiri kemudian bisa melakukan aksi sendiri, misalnya mengerem ketika tahu ada benda di depannya. Sebuah perusahaan, Rail Vision, menciptakan suatu teknologi baru yang diberi nama Assisted Remote Shunting (ARS) yang diperuntukkan untuk loco shunting. Sedangkan secara umum teknologi Rail Vision ini juga dibuat untuk kereta mainline dan LRT.

Teknologi ASR ini dikembangkan dengan basis kamera dan pengolahan citra (gambar) yang memanfaatkan ilmu artificial intelligent (AI) dan deep learning (DL). Dengan AI dan DL, maka kereta dapat mengidentifikasi objek yang ada didepanya, misalkan gerbong, manusia, dan lain sebagainya. Fitur lain dari ASR ini adalah dapat mendeteksi: manusia, kendaraan, kereta, pensinyalan di samping lintas, jembatan, wesel dan juga memerintahkan emergency brake.

Rail Vision membuat teknologi ini untuk beberapa tipe kereta mulai dari kereta mainline (kereta jarak jauh), LRT, hingga ke loko shunting. Pada kereta mainline, jarak deteksinya hingga mencapai 2 km, sedangkan pada kereta LRT dan loko shunting jarak detaksinya dibuat hanya 200 m. Perusahaan start-up tersebut mengklain bahwa jarak deteksi ini tidak terpengaruh cuaca dan kondisi cahaya (siang/ malam/ terowongan). Knorr-Bremse adalah salah satu perusahaan yang telah mencoba teknologi ini pada kereta shuntingnya, SBB Cargo shunting. Sehingga memungkinkan pengoperasian kereta shunting dari jarak jauh (remote).

Adanya ARS apakah menghilangkan peran pensinyalan? Jawabanya tentu saja tidak. Hal ini karena pensinyalan berperan penting dalam memberikan informasi terkait lintas yang kosong dan juga blok pada pensinyalan blok. Sedangkan teknologi ASR ini membantu meningkatkan keamanan (safety) kereta terhadap adanya bahaya yang ada di depan kereta.

 

Ref:

https://railvision.io/main-line-solution/

https://www.knorr-bremse.com/en/media/press-releases/digitalization-knorr-bremse-and-rail-vision-to-test-obstacle-detection-systems-on-swiss-operator-sbb-cargos-locomotives.json

https://www.globalrailwayreview.com/news/73329/railvision-sensor-technology-innotrans/

Share:

Kamis, 29 Oktober 2020

Dunia Kereta - Pendingin Praktis Kereta Kargo

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pendingin pada kereta kargo. Kereta kargo kan mengangkut barang, apa perlu pendingin? Jawaban pertanyaan ini tergantung jenis kargo yang dibawa, ada barang tertentu yang memerlukan kondisi dingin waktu pengakutan, misalnya ikan agar tetap segar, frozen food, atau bahkan es-krim. Dan tentunya banyak lagi barang-barang yang harus dijaga suhunya pada waktu pengiriman.

Untuk melakukan tugas pendingin ini, biasanya container khusus didesain memiliki alat pendingin seperti kulkas, atau jika kalian pernah lihat mobil container kecil pengantar es-krim. Agar alat pendingin dapat bekerja seperti halnya kulkas, maka diperlukan listrik. Pada kereta kargo pengangkut container, inti dari kereta adalah gerbong datar, tidak ada listrik yang diberikan dari lokomotif. Sehingga, biasanya hal yang dilakukan adalah dengan memasang genset portabel untuk sumber listriknya. Akan tetapi, dengan adanya genset portabel ini tentunya akan menambah kebisingan dan tentunya polusi udara.

Untuk mengatasi masalah tersebut, maka sebuah perusahaan logistic kereta di Swiss, RailCare, membangun sebuah generator modular yang diletakkan di axle kereta. Generator ini akan menghasilkan listrik dari pompa hidrolik yang diputar oleh gerakan axle kereta ketika berjalan. Pompa hidrolik memutar generator yang dapat menghasilkan listrik. Mekanisme ini hanya bekerja jika kereta berjalan dengan kecepatan minimal 30 km/ jam. Untuk itu, pada alat ini disediakan juga baterai yang dipakai untuk supply listrik Ketika kecepatan kereta rendah atau saat kereta berhenti.

Generator portabel atau disebut power pack ini mudah dipasang dan dilepas dan tidak perlu modifikasi pada gerbong. Selaian itu, sifatnya yang berdiri sendiri membuatnya bisa dioperasikan lintas negara yang memiliki jaringan listrik yang berbeda di Eropa. Kecanggihan lainnya yaitu, alat ini dilengkapi dengan GPS dan monitoring online yang dapat mengetahui posisi dan kecepatan kereta, serta suhu dan waktu loading dan unloading muatan.

Berdasarkan estimasi dari RailCare, penggunaan generator axle ini mampu menghemat 43000 liter bahan bakar genset disel yang berarti mengurangi polusi sampai dengan 1250ton CO2 per tahun. Selain itu, penggunaan teknologi ini juga mampu mengurangi polusi suara 30-35%.

 

Ref:

Railway Gazette International Magazine, September 2020 edition.

Share:

Senin, 31 Agustus 2020

Dunia Kereta - Review Paper: Pemanfaatan Baterai dandan Manfaatnya pada Kereta Api

Pada artikel kali ini kita akan mengulas sebuah paper yang saya tulis dan diterbitkan di Jurnal Penelitian Transportasi Darat (JPTD). Judul asli paper tersebut adalah “ Pemanfaatan Baterai untuk Megurangi Beban Puncak dan Meningkatkan Penyerapan Energi Regenerative Braking pada Kereta Api. Seperti judulnya, paper tersebut membahas tentang pemanfaatan baterai pada kereta api dan 2 manfaat utamanya yaitu untuk mengurangi beban puncak dan untuk meningkatkan penyerapan energi hasil regenerative braking.

Pada bagian pendahuluan paper tersebut disebutkan bahwa kereta api adalah moda transportasi yang paling efisien dibandingkan dengan moda transportasi yang lain. Salah satu cara untuk mengurangki konsumsi energi pada kereta listrik adalah dengan regenerative braking yaitu ketika pengereman, motor traksi diubah menjadi generator yang menghasilkan listrik. Energi listrik disimpan di Energi Storage System (ESS) yang bentuknya bisa berupa baterai atau lainya. Disebutkan bahwa regenerative braking pada kereta listrik dapat menghemat konsumsi energi sampai 33 %.

Beberapa cara untuk meningkatkan pemanfaatan listrik hasil regenerative braking adalah pengaturan penjadwalan, reversible substation, dan pemasangan ESS. Pengaturan penjadwalan dimaksut dengan membuat jadwal kereta dimana salah satu kereta berhenti dengan mengerem waktu sampai stasiun dan kereta lain mulai gerak utuk berangkat. Sehingga listrik yang dihasilkan oleh kereta yang sedang mengerem bisa dimanfaatkan langsung oleh kereta yang mulai berjalan tadi. Kedua, reversible substasiun dimaksudkan membuat substation yang mampu menerima aliran listrik balik, sehingga listrik hasil regenerative braking dapat dimassukkan ke jaringan listrik dan diberikan ke konsumen lain. Ketiga, yaitu dengan menyimpan listrik di ESS baik berupa baterai, super capasitor, ataupun flywheel.

Pemasangan ESS dapat dilakukan dengan du acara, on-board dan track-side. Pemasangan on-board adalah ESS dipasang pada kereta tersebut, sedangkan trck-side artinya ESS dipasang di samping lintasan diluar kereta. Paper tersebut menyebutkan bahwa pemasangan on-board ESS memiliki efisiensi dan management energi yang lebih baik. Selanjutnya pada paper dijelaskan lebih lanjut tentang penggunaan ESS onboard serta simulasi perjalanan kereta api untuk menunjukkan manfaat metode tersebut.Dimana onboard ESS yang dipakai adalah baterai, karena sesuai Gambar 1, baterai memiliki keunggulan dibanding jenis lainya.


Berdasarkan hasil uji simulasi yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan baterai dengan kapasitas 0,6% dari kebutuhan energi kereta menyebabkan kenaikan masa kereta sebesar 0,07% dan mempu memberikan penghematan energi sebesar 2,11%. Simulasi yang dilakukan baru pada keadaan ideal sehingga perlu pengujian lebih lanjut untuk implementasi. Hasil simulasi tersebut menunjukkan bahwa ESS onboard dapat mengurangi biaya listrik pada operasional kereta api. Selaian itu, dapat menurunkan supplay daya substation sehingga dimungkinkan untuk membangun substation dengan daya yang lebih rendah.

 

Referensi.

Paper dapat didownload gratis di:

 http://ojs.balitbanghub.dephub.go.id/index.php/jurnaldarat/article/view/1601


Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter