Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Senin, 26 Agustus 2019

Dunia Kereta - Energi Meter: Bantu Berikan Solusi Energi Pada Kereta


Pada kesempatan kali ini akan kita bahas bagaimana data hasil pengukuran performa kereta api dapat dipakai untuk penentuan strategi penghematan energi pada operasional kereta api. Konsumsi energi pada kereta api dapat diamati dengan akurat menggunakan energi meter. Energi meter dapat dipakai untuk mengukur energi yang dikonsumsi kereta maupun energi yang dihasilkan kereta melalui regenerative braking. Dengan demikian, di beberapa negara, pajak konsumsi energi kereta adalah selisih antara enegi yang dipakai dan energi yang dihasilkan kereta api.


Penasaran seperti apakah kira-kira energi meter kereta itu? Contoh sederhana energi meter yang sering kita jumpai adalah kWh meter atau meteran listrik rumah. Meteran listrik rumah kita dapat mencatat konsumsi energi listrik dari pemakaian listrik dirumah. Sedangkan energy meter kereta api tentunya dilengkapi logger atau pencatat kejadian (event) pada kereta, misalnya kecepatan kereta, gaya traksi dan masih banyak lagi.

Salah satu contoh pemakaian energy meter dilakukan oleh operator kereta api Jerman, Deutsche Bahn (DB), pada tahun 2000. Setelah dievaluasi ternyata data menunjukkan bahwa konsumsi energi berbeda hampir 20% satu hari dengan hari lainnya. Dengan trafik (penjadwalan) yang sama hal ini tidak dapat diprediksi melalui simulasi. Hal ini menunjukkan pentingnya data performa atau data riil pengamatan konsumsi energi yang dapat merekan konsumsi energi dan kejadian selama operasi kereta api. Melalui data tersebut dapat dicari alternative penghematan energi yang terbaik. Misalnya dengan memperbaiki penjadwalan pada waktu – waktu tertentu atau dengan memperbaiki pola operasi dan memperbanyak regenerative braking pada posisi lintasan tertentu.



Pada era revolusi industry 4.0 ini, semua terkoneksi dengan internet, tidak terlepas dengan mesin dan sensor yang disebut dengan istilah Internet of Things (IoT). Melalui teknologi IoT konsumsi energi kereta yang diukur melalui energy meter dapat dikirimkan ke server dan dipantau secara real time. Tidak hanya konsumsi energi, bahkan komponen – komponen penting kereta, seperti suhu bearing, kondisi mesin dan system propulsi juga bisa diamati secara langsung dengan mangaplikasikan IoT.

English title: Energy Meter: Offers solution for reducing energy consumption

Artikel terkait:


Share:

Kamis, 01 Agustus 2019

Dunia Listrik - Data Logger Mudah dengan Excel-PLX dan Arduino


PLX - DAQ atau Parallax Data Acquisition merupakan add-ons data logger atau data akuisisi pada Excel yang dikembangkan oleh Parallax. Dengan menggunakan add-ons ini semua data dari plant yang dibutuhkan user dapat terekam secara real-time.


Berikut step demi stepnya:

1.    Menginstal
Langkah pertama, mendownload ZIP PLX-DAQ pada link berikut https://www.parallax.com/downloads/plx-daq, kemudian mengikuti langkah instalasi hingga selesai. Selanjutnya akan muncul ikon PLX-DAQ Spreadsheet pada desktop.

2.    Konfigurasi
Membuka aplikasi PLX-DAQ yang telah terinstal dan membuka book baru. Untuk menjalakan PLX-DAQ, Macros pada Ms. Excel harus diaktifkan, namun dengan catatan harus berhati-hati jika mengaktifkan macros tanpa mengetahui sumber add-ons yang akan dijalankan. Langkah untuk mengaktifkan macros adalah sebagai berikut,
a.    Membuka tab File.
b.    Klik Options.
c.    Klik Customize the Ribbon dan pada bagian Main Tabs, menceklis bagian Developer dan klik OK.
d.    Setelah itu, Main Tab Developer akan muncul, pada tab tersebut klik Macro Security  kemudian pada  Macro Settings memilih “enable all macros” seperti gambar dibawah lalu klik OK.





3.    Coding pada Arduino
Secara singkatnya, PLX-DAQ ini seakan-akan memindahkan tampilan serial monitor dan serial print pada arduino ke Ms.Excel. PLX-DAQ ini tetap menggunakan serial komunikasi UART sehingga code pada arduinonya tetap menggunakan Serial.print();
Berikut adalah contoh sederhana bagaimana coding PLX pada Arduino, dimana program ini akan menampilkan waktu komputer, waktu sampling dan tegangan dari pin A0.





4.    Running PLX dengan Ms. Excel
Setelah sketch pada Arduino IDE dibuat lalu sketch tersebut diupload ke board arduino. Langkah berikutnya untuk menjalankan PLX, hanya perlu masuk ke aplikasi PLX-DAQ spreadsheet, lalu Ms. Excel secara otomatis akan memberikan notifikasi bahwa terdapat Macro Active-X yang akan dijalankan, maka klik OK dan kemudian akan muncul tampilan seperti berikut.



Pada kotak dialog PLX disini hal yang harus dilakukan adalah memilih Port (Arduino) dan Baud Rate yang sesuai dengan sketch arduino yang telah dibuat sebelumnya, jika sudah terdapat kesesuaian maka klik Connect.


Dari script yang dibuat pada sketch arduino tadi, akan menghasilkan sebuah tabel log data secara real time seperti yang dapat dilihat pada gambar dibawah. Jika akan mengakhiri prosesi pengambilan data maka klik Disconnect.




Ditulis oleh: Ryoki TE15.

Sumber penulisan :



Share:

Dunia Kereta - Adopsi Teknologi Kapal, Mobil F1, dan Pesawat untuk Kereta Api


Teknologi kereta api sudah berkembang pesat sehingga keselamatan transportasi ini pun makin terjamin. Penelitian di bidang kereta api pun terus dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyaman penumpang dan tentu saja peningkatan effisiensi. Salah satu komponen penting kereta api yang terus dilakukan riset adalah roda dan bogie.

Kemudian muncul pertanyaan, kenapa tidak mengadopsi teknologi transportasi lain untuk kereta api? Untuk bisa mengadopsi teknologi kendaraan lain maka catatan pertama yang harus diperhatikan adalah keamanannya. Selanjutnya, masa pakai kereta adalah 30-50 tahun sehingga juga harus diperhatikan. Salah satu lembaga penelitian tentang kereta api yang ada di inggris telah berinisiatif untuk melakukan penelitian ini, lembaga tersebuat adalah RSSB (Rail Safety and Standart Board).

Pada penelitian yang dilakukan RSSB seperti dikutip dari Global Railway Review Edisi Juli 2019 ada tiga mode transportasi yang diadopsi teknologinya untuk kereta apai yaitu: kapal, mobil balap F1, dan pesawat. Berikut pembahasannya, silakan baca sampai selesai.

Adopsi Teknologi Kapal

Kapal memiliki berat yang lebih ringan karena sebagian besar bahannya adalah carbon fibre. Untuk itu, telah dilakukan penelitian untuk memakai carbon fibre sebagai bogie frame. Bogie frame dengan bahan carbon fibre ini memiliki berat 35 kali lebih ringan dibandingkan dengan bogie dengan bahan besi. Bayangkan jika disatu kereta saja ada dua bogie dan satu rangkaian ada sepuluh kereta, total ada 20 bogie. Jika satu bogie material besi berat 40 ton, maka bogie carbon fiber ini hanya memiliki berat 1,15 ton. Jelas penurunan yang drastic. Apa pengaruhnya? Semakin ringan kereta maka daya traksi yang dibutuhkan semakin kecil. Semakin kecil daya traksi maka dapat semakin hemat BBM/ listrik. Pada penelitian ini, komponen bogie lainya seperti axle box masih terbuat dari besi, sehingga penelitian lebih lanjut masih dilakukan. Bogie prototype dari bahan carbon fiber telah sukses uji lab dan sekarang berada di University of Huddersfield dan rencananya akan dilakukan pengujian lapangan di akhir tahun 2019.


Gambar. Bogie carbon fiber

Adopsi Teknologi Mobil Balap F1

Teknologi yang diadopsi dari mobil balap F1 adalah suspensinya. Mobil F1 memakai inerter sebagai komponen suspensinya. Pengertian inerter diambil dari Wikipedia adalah “an inerter is a two-terminal device in which the forces applied at the terminals are equal, opposite, and proportional to relative acceleration between the nodes.” Lebih jelas silakan lihat gambar inerter dibawah ini.

Gambar. Inerter

Inerter terbukti bisa memperbaiki kontak antara ban dan jalan pada mobil F1. Penggunaan inerter pada kereta diharapkan dapat memperbaiki kontak antara roda dan rel sehingga lebih awet dan dapat mengurangi biaya maintenance.


Adopsi Teknologi Pesawat

Jika pada mobil F1 diadopsi bahan suspensinya, maka pada pesawat diadopsi cara kontrol suspensinya yaitu dengan menggunakan active suspension atau disebut ARSS(Active Radial Suspension System). Apa itu active suspension (suspense aktif)? Jika ada suspensi aktif maka ada suspensi pasif. Suspensi pasif adalah suspensi yang tanpa pelu diatur misalnya yang banyak dipakai seperti spring dan karet. Sedangkan pada suspensi aktif bisa diatur, contoh suspensi aktif adalah air suspension dimana tinggi air suspension bisa diatur berdasar berat kereta. Bahkan yang lebih canggih, sebagai ilustrasi sederhana, ketika melewati jalan berlobang, mobil dengan aktif suspension bisa diatur berapa lama lonjakan yang terjadi. Sedangkan pada pasif suspension lamanya lonjakan penumpang tidak bisa diatur dan berhenti secara alami sesuai getaran spring suspensinya. Teknologi aktif suspensi pada pesawat yang diadopsi adalah dengan electro-hydraulic yang diharapkan dapat memperhalus kontak antara roda dan rel ketika terjadi lonjakan missal di wesel.


Gambar. ARSS

Referensi:
ttps://www.hud.ac.uk

Share:

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]

Follow IG

Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter