Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Selasa, 15 Mei 2018

Dunia Kereta - Lokomotif Diesel Hidrolik vs Lokomotif Diesel Elektrik


Di Indonesia memiliki dua jenis lokomotif yaitu diesel hidrolik (DH) dan diesel elektrik (DE). Lokomotif DH banyak dipakai zaman dulu dan sekarang populasinya pun sudah menipis. Sekarang PT.KAI lebih memilih untuk mengoperasikan lokomotif jenis DE. Sebenarnya apa sih kelebihan lokomotif DE sehingga PT.KAI sekarang lebih memilih untuk mengoperasikan lokomotif DE? Pada artikel ini kita akan bahas perbedaan antara lokomotif DH dan lokomotif DE. Simak sampai selesai ya.

Baik lokomotif DH maupun lokomotif DE sumber energi utamanya berasal dari mesin diesel, perbedaan keduanya adalah pada transmisi powernya menuju roda. Pada lokomotif DH power dari mesin diesel diteruskan ke roda melalui transmisi hidrolik dengan memakai torque converter. Prinsipnya seperti mobil diesel. Sedangkan pada lokomotif DE transmisi powernya memakai sistem elektrik. Artinya tenaga dari mesin diesel dipakai untuk menggerakkan alternator yang menghasilkan listrik. Listrik diolah untuk bisa menggerakkan motor traksi.


 Lokomotif diesel hidrolik BB301

Sedangkan secara sistem auxiliary, lokomotif DH memanfaatkan pompa hidrolik untuk memutar alternator untuk menghasilkan listrik. Terkadang lokomotif DH juga dilengkapi dengan genset. Sedangkan pada lokomotif DE, karena sudah memakai alternator, daya untuk sistem auxiliary diambilkan dari situ, tetapi ada juga yang memiliki alternator khusus auxiliary.

Setelah tau perbedaan mendasar keduanya ditinjau dari sistem propulsi dan sistem auxiliary akan kita lanjutkan pembahasan pada faktor lainnya. Pertama dari sisi berat kereta. lokomotif DH memiliki berat yang lebih ringan dibanding lokomotif DE. Hal ini kerena transmisi dari mesin diesel sampai roda hanya memerlukan torque converter. Sedangkan pada lokomotif DE transmisi dari mesin diesel sampai roda terdapat alternator, komponen power elektronik, dan juga motor traksi. Sebagai contoh, berat lokomotif DH BB301 dengan daya mesin 1500 HP memiliki berat 52 ton sedangkan berat lokomotif DE BB203 dengan daya mesin 1400 HP memiliki berat 76 ton. Karena alasan ini maka dalam pengoperasian di lintas harus melihat beban gandar yang mampu ditopang oleh rel di lintas.

 Lokomotif diesel elektrik BB201

Kedua dari sisi initial cost. Dari pembahasan diatas jelas bahwa komponen lokomotif DE lebih banyak, sehingga dari segi biaya pun lebih mahal. Untuk contoh harga kedua lokomotif, mohon maaf kami tidak ada data tentang ini.

Ketiga yaitu daya mesin diesel. Daya mesin diesel pada lokomotif DH biasanya lebih rendah dari lokomotif DE. Hal ini karena memperhatikan ukuran torque converter yang semakin besar jika daya engine besar. Sedangkan pada lokomotif DE ukuran alternator dengan daya tinggi sudah compact. Karena alasan inilah maka daya traksi lokomotif DE lebih tinggi. Lokomotif DH cocok dioperasikan pada lintasan datar sedangkan lokomotif DE dapat dipakai di lintasan tanjakan. Pada lintasan datar, lokomotif DE dapat menarik beban yang lebih banyak dibanding lokomotif DH.

Keempat, dari segi maintenance. Karena komponen transmisi lokomotif DH hanya terdiri dari torque converter, maka jika terjadi kerusakan torque converter biaya penggantiannya mahal. Komponen ini sulit diperbaiki karena berupa sistem mekanis hidrolis yang tertutup dan memerlukan kepresisian yang tinggi. Jika torque converter rusak, maka tidak dapat berjalan lagi karena biasanya torque converter pada lokomotif DH hanya satu (jika lokomotif memakai satu mesin diesel) kemudian keluarannya di-couple ke roda dengan gardan shaft. Sebaliknya pada lokomotif DE, karena terdapat banyak komponen sehingga kerusakan pada salah satu komponen terkadang lokomotif masih bisa jalan. Misalnya jika ada satu motor traksi rusak, motor traksi lain masih bisa menggerakkan kereta. Selain itu, karena komponennya kecil dan banyak, sehingga jika ada kerusakan komponen maka penggantianya akan lebih murah (kecuali banyak komponen yang rusak). Selain itu populasinya yang banyak juga membuat stok spare part yang tersedia lebih banyak.


Perbandingan lokomotif DH dan DE 

Demikian sekilas tentang perbandingan lokomotif diesel hidrolik dan lokomotif diesel elektrik. Semoga bisa menambah pengetahuan kita. Jika ada saran dan masukan, silakan tuliskan di kolom komentar. Terima kasih.

Reff: wikipedia.org 

Artikel terkait:
Lokomotif Diesel
Lokomotif Diesel Elektrik
Share:

4 komentar :

  1. Artikel yang sangat bagus mas! Bravo!
    Saya dan anak saya adalah penggemar kereta api, artikel ini menambah peebendaharaan wacana kami.
    Terima kasih banyak mas
    👍👍👍👍👍

    BalasHapus
  2. kenapa ngak langsung dari mesin langsung ke gardan saja kang, seperti mesin truk misalanya, kenapa harus ke elektrik atau ke torque converter dulu...

    BalasHapus
  3. Kemungkinan karena bobot kereta yg berat maka jika langsung transmisi seperti mobil akan cepat sekali aus, untuk itu diberi torque converter

    BalasHapus

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]
Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter