Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Jumat, 06 Juli 2018

Dunia Kereta - Effisiensi Penggunaan Space pada Kereta Api


Setelah sebelumnya kita telah membahas pengaruh massa kereta terhadap konsumsi energi dan juga pengaruh bentuk aerodinamis kereta terhadap konsumsi energi, maka pada kesempatan ini akan kita pelajari bersama effisiensi penggunaan space/ ruang pada kereta api yang kaitanya dengan konsumsi energi. Pada artikel sebelumnya telah dibahas bahwa semakin besar massa kereta maka semakin besar pula konsumsi energinya. Secara ekonomi, energi ini nantinya dihitung dari banyaknya kursi yang bisa ditempati, yang berarti jika dengan massa kereta yang sama tetapi lebih banyak kursi/ space yang bisa ditempati/ termanfaatkan maka biaya penggunaan energinya akan semakin murah.


Gambar. Interior Kereta Shinkansen (www.westjr.co.jp)
Berkaitan dengan jumlah kursi atau jumlah penumpang yang bisa diangkut ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk meningkatkan kapasitasnya, yaitu: 

1) Meninggikan tinggi kereta api
Salah satu caranya dengan membuat kereta api bertingkat (double-decked). Kendala perapan double-decked adalah lintas yang kurang mendukung seperti terowongan dan jembatan yang tidak muat untuk kereta double-decked.

2) Memperlebar car body
Sama seperti cara sebelumnya, cara ini juga terkendala pada loading gauge. Di Indonesia sendiri, dimana pembangunan jalur kereta baru mungkin bisa diaplikasikan. Dengan lbar sepur 1435 badan kereta bisa lebih lebar dibanding pada lebar sepur 1063. 

3) Menghilangkan lokomotif dan diganti dengan multiple unit (kereta berpenggerak)
Cara ini paling banyak digunakan karena tidak perlu mengubah fasilitas yang ada. Sudah banyak diaplikasikan di luar negeri. Di Indonesia diaplikasikan pada kereta jarak dekat seperti Prameks, kereta bandara dan KRL.


Gambar diatas adalah contoh perbandingan kapasitas kereta dengan lokomotif dan multiple unit (MU). Terlihat bahwa kapasitas MU bisa lebih besar, hanya perlu 2 kereta. Di Indonesia sendiri untuk meningkatkan fungsi space yang terbatas pada kereta ini, sekarang sudah banyak kereta pembangkit (P) yang digabung dengan kereta makan (KM) menjadi kereta makan pembangkit (KMP). Dengan adanya KMP kereta pembangkit dihilangkan dan diganti kereta penumpang sehingga jika dihitung konsumsi energi per kursi nilainya akan menurun. Sedangkan pemanfaatan MU di Indonesia baru pada kereta jarak dekat sepeti contoh yang disebutkan diatas. Untuk kereta cepat, kemungkinan nantinya akan memakai tipe MU seperti banyak dipakai di Shinkansen.

English title: Space Utilization Efficiency in Railway
 
Artikel terkait:

Share:

0 komentar :

Posting Komentar

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]
Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter