Dunia Kereta dan Dunia Listrik, Ada disini!

Senin, 17 Oktober 2016

Dunia Kereta - Jenis Sistem Pengereman

Tujuan dari pengereman adalah untuk mengurangi kecepatan kereta, baik untuk mencapai kecepatan tertentu atau bahkan untuk membuat kereta berhenti. Secera umum, pengereman dilakukan dengan mengubah energi gerak/kinetic kereta menjadi sebuah kerja mekanik yakni gesekan yang akhirnya menghasilkan panas.

Sistem pengereman yang baik adalah yang aman, efektif dalam mengurangi kecepatan kereta atau menghentikan kereta selain itu selain itu operasional dan performanya tidak terpengaruh oleh kondisi lingkungan. Sistem pengereman yang tersentral, dikendalikan oleh masinis, dan transmisi nya ke kereta yang ditarik harus simple, aman, dan efektif.

Berikut beberapa jenis dari sistem pengereman yang dipakai di kereta api:
1)  Handbrake
Adalah pengereman yang dilakukan dengan memutar tuas/handle dengan tangan, sehingga disebut handbrake. Saat ini biasanya dipakai untuk rem parker kereta penumpang.


Gambar. Handbrake handle

2)  Pneumatic Brake
Pengereman yang memanfaatkan tenaga udara bertekanan yang diperoleh dari compressor. Pada sistem ini perubahan tekanan pada pipa command akan menyebabkan  variasi tenaga pengereman. Energinya disalurkan melalui pipa. Merupakan jenis pengereman yang paling banyak di pakai di kereta api.

3)  Elektro-pneumatic Brake
Pengereman ini prinsipnya sama dengan pneumatic brake, yang membedakan adalah command pengereman menggunakan sinyal elektrik. Untuk memfasilitasi pengereman ini dipakai Elektro Magnetiv Valve (EMV). Di Indonesia biasanya dipakai di kereta – kereta berpeggerak.


Gambar. Elektromagnetic Valve

4) Rail(Track) Brake
Pengereman ini memanfaatkan gaya electromagnet. Yakni dengan membangkitkan gaya electromagnet, yang berlawanan dengan arah gerak kereta, pada kumparan yang dialiri arus listrik.

5) Elektric Braking
Pengereman ini memanfaatkan prinsip kerja motor traksi yang bisa diputar berkebalikan arah. Dengan memanfaatkan teknologi control motor, maka ketika terjadi pengereman motor traksi bisa diubah menjadi generator. Generator ini akan mengubah energi gerak kereta menjadi energi listrik. Jika energi listrik ini dibuang ke resistor menjadi panas maka disebut rheostatic braking. Jika energi listrik hasil braking disimpan di batarai/ capasitor atau disalurkan ke kereta lain maka disebut regenerative braking.
Gambar. Braking resistor

6) Hydraulic Braking
Yakni pengereman yang memanfaatkan oli hidrolik. Jika pengereman memanfaatkan tekanan dari oli ini maka disebut hydrostatis. Jika energi kinetic kereta diubah untuk memutar pompa hydrolik maka disebut hydrodymamic.

Demikian pengantar tentang sistem pengereman pada kereta api. Selanjutnya akan dibahas cara kerja dari beberapa jenis pengereman diatas. Nantikan artikel selanjutnya.

Reff:
Share:

0 komentar :

Posting Komentar

Translate

Tentang Penulis

Tentang Penulis
[click foto utk detail]
Diberdayakan oleh Blogger.

Highlight

Dunia Kereta - Flywheel: Solusi Efisiensi Energi Kereta Listrik

Seperti telah kita pelajari bersama pada Sistem Propulsi Kereta Rel Listrik (KRL)  bahwa pada KRL memungkinkan tiga jenis pengereman yaitu ...

Flag Counter

Flag Counter